Tito Septian
Blog Universitas Komputer Indonesia
Featured Blog
Featured

Topologi Jaringan

Topologi Jaringan
Topologi jaringan komputer adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer yang lainnya sehingga membentuk jaringan. Dalam suatu jaringan komputer jenis topologi akan mempengaruhi kecepatan komunikasi. Untuk itu maka perlu dicermati kelebihan dan kekurangan dari masing-masing topologi berdasarkan karakteristiknya.
 
1.   Point to Point (Titik ke-Titik)
 
Jaringan point to point merupakan jaringan kerja yang paling sederhana tetapi dapat digunakan secara luas. Begitu sederhananya jaringan ini, sehingga seringkali tidak dianggap sebagai suatu jaringan tetapi hanya merupakan komunikasi biasa. Dalam hal ini, kedua simpul mempunyai kedudukan yang setingkat, sehingga simpul manapun dapat memulai dan mengendalikan hubungan dalam jaringan tersebut. Data dikirim dari satu simpul langsung kesimpul lainnya sebagai penerima, misalnya antara terminal dengan CPU.
 
1
Gambar 1.1 Point to Point
 
 
2.   Topologi Bus
Topologi bus banyak digunakan di awal penggunaan jaringan komputer dan bisa dikatakan sebagai topologi yang paling sederhana apabila dibandingkan dengan topologi lainnya. Pada topologi bus, komputer dalam jaringan dihubungkan antara satu dengan lainnya dengan membentuk seperti barisan melalui satu single kabel. Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).
 
Keunggulan :
 
a.   Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.
b.   Kecepatan pengiriman data lebih cepat, karena data berjalan searah.
 
Kekurangan :
 
a.   Bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
b.   Jika lalu lintas data yang diolah terlalu besar dapat mengakibatkan kemacetan.
c.   Diperlukan repeater untuk menguatkan sinyal pada pemasangan jarak jauh.
d.   kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana.
 
1
Gambar 1.2 Topologi Bus
 
 
3.   Topologi Star (Jaringan Bintang)
 
Dalam konfigurasi topologi star, beberapa peralatan yang ada akan dihubungkan kedalam satu pusat komputer. Kontrol yang ada akan dipusatkan pada satu titik, seperti misalnya mengatur beban kerja serta pengaturan sumber daya yang ada. Semua link harus berhubungan dengan pusat apabila ingin menyalurkan data kesimpul lainnya yang dituju. Dalam hal ini, bila pusat mengalami gangguan, maka semua terminal juga akan terganggu. Model jaringan star ini relatif sangat sederhana, sehingga banyak digunakan oleh pihak perbankan yang biasanya mempunyai banyak kantor cabang yang tersebar diberbagai lokasi. Dengan adanya konfigurasi bintang ini, maka segala macam kegiatan yang ada di kantor cabang dapat dikontrol dan dikoordinasikan dengan baik. Disamping itu, dunia pendidikan juga banyak memanfaatkan jaringan bintang ini guna mengontrol kegiatan anak didik mereka.

Kelebihan :

a.   Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
b.   Tingkat keamanan termasuk tinggi.
c.   Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
d.   Jika salah satu terminal rusak, maka terminal lainnya tidak mengalami gangguan.
e.   Arus lalu lintas informasi data lebih optimal.
 
Kekurangan :

a.   Jika node tengah (pusat) mengalami kerusakan, maka maka seluruh jaringan akan terhenti.
b.   Jumlah terminal terbatas, tergantung dari port yang ada pada hub.
c.   Lalulintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat.
 
 
1
Gambar 1.3 Topologi Star
 
 
4.   Topologi TokenRing (Jaringan Cincin)
 
Pada jaringan ini terdapat beberapa peralatan saling dihubungkan satu dengan lainnya dan pada akhirnya akan membentuk bagan seperti halnya sebuah cincin. Jaringan cincin tidak memiliki suatu titik yang bertindak sebagai pusat ataupun pengatur lalu lintas data, semua simpul mempunyai tingkatan yang sama. Data yang dikirim akan berjalan melewati beberapa simpul sehingga sampai pada simpul yang dituju. Dalam menyampaikan data, jaringan bisa bergerak dalam satu ataupun dua arah. Walaupun demikian, data yang ada tetap bergerak satu arah dalam satu saat. Pertama, pesan yang ada akan disampaikan dari titik ketitik lainnya dalam satu arah. Apabila ditemui kegagalan, misalnya terdapat kerusakan pada peralatan yang ada, maka data yang ada akan dikirim dengan cara kedua, yaitu pesan kemudian ditransmisikan dalam arah yang berlawanan, dan pada akhirnya bisa berakhir pada tempat yang dituju. Konfigurasi semacam ini relative lebih mahal apabila dibanding dengan konfigurasi jaringan star. Hal ini disebabkan, setiap simpul yang ada akan bertindak sebagai komputer yang akan mengatasi setiap aplikasi yang dihadapinya, serta harus mampu membagi sumber daya yang dimilikinya pada jaringan yang ada. Disamping itu, sistem ini lebih sesuai digunakan untuk sistem yang tidak terpusat (decentralized-system), dimana tidak diperlukan adanya suatu prioritas tertentu.
 
          Kelebihan :
 
a.   Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya collision dapat dihindarkan.
b.   Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanan server.
c.   Dapat melayani aliran lalu lintas data yang padat, karena data dapat bergerak ke kiri atau ke kanan.
d.   Waktu untuk mengakses data lebih optimal
 
Kekurangan :
 
a.   Apabila ada satu komputer dalam ring yang gagal berfungsi, maka akan mempengaruhi seluruh jaringan.
b.   Menambah atau mengurangi komputer akan mengacaukan jaringan.
c.   Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.
 
1
Gambar 1.4 Topologi TokenRing
 
 
5.   Topologi Tree (Jaringan Pohon)
Topologi Tree pada dasarnya merupakan bentuk yang lebih luas dari Topologi Star. Seperti halnya Topologi Star, perangkat (node, device) yang ada pada topologi tree juga terhubung kepada sebuah pusat pengendali (central HUB) yang berfungsi mengatur traffic di dalam jaringan. Meskipun demikian, tidak semua perangkat pada topologi tree terhubung secara langsung ke central HUB. Sebagian perangkat memang terhubung secara langsung ke central HUB, tetapi sebagian lainnya terhubung melalui secondary HUB.
 
Kelebihan :
 
a.   Dapat terbentuknya suatu kelompok jaringan yang dapat dibutuhkan setiap saat.
 
Kekurangan :
 
a.   Apabila simpul yang lebih tinggi tidak berfungsi, maka kelompok yang berada dibawahnya menjadi tidak efektif.
b.   Cara kerja jaringan ini relatif menjadi lambat.
 
1
Gambar 1.5 Topologi Tree
 
 
6.   Topologi Mesh
 
Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links). Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).
 
Kelebihan :
 
a.   Keuntungan utama dari penggunaan topologi mesh adalah fault tolerance.
b.   Terjaminnya kapasitas channel komunikasi, karena memiliki hubungan yang berlebih.
c.   Relatif lebih mudah untuk dilakukan troubleshoot.
 
Kekurangan :
 
a.   Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi ulang saat jumlah komputer dan peralatan-peralatan yang terhubung semakin meningkat jumlahnya.
b.   Biaya yang besar untuk memelihara hubungan yang berlebih.
 
1
Gambar 1.6 Topologi Mesh
 
 
Artikel terkait  :
 
 

 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Sabtu, 13 November 10 - 01:14 WIB
Dalam Kategori : TOPOLOGI, JARINGAN
Dibaca sebanyak : 6407 Kali
Rating : 2 Bagus, 0 Jelek
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback